25 Juli 2017•Update: 26 Juli 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegaskan Indonesia akan terus membantu Palestina mencapai kemerdekaan dari penjajahan Israel menyusul insiden penutupan kawasan Masjid Al-Aqsa oleh Israel.
“Kita tahu bahwa perjalanan ke depan tidaklah mulus. Tapi pilihannya 2: kita akan melakukan sesuatu atau tidak akan melakukan sesuatu [untuk Palestina]? [Pada akhirnya] kita sudah memilih bahwa kita akan melakukan sesuatu,” tegas Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Jakarta, Selasa.
Pandangannya itu ia sampaikan usai menggelar pertemuan singkat di Gedung Pancasila Kemlu dengan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang berada di Indonesia guna membahas perkembangan terakhir di Palestina. Adapun negara-negara tersebut antara lain Irak, Libya, Qatar, Turki, Uzbekistan, Kazakhstan, Iran, Mozambik, dan Uni Emirat Arab.
“Oleh karena itu saya juga mengajak semua negara anggota OKI untuk turut melakukan sesuatu terkait isu Palestina," jelas dia.
Sebagai bukti komitmennya, pagi ini pihaknya sudah membaca semua dokumen terkait isu Palestina. Salah satunya menyangkut isu international protection (perlindungan internasional) untuk komplek Masjid al-Aqsa. Namun ia enggan menjelaskan lebih lanjut rinciannya seperti apa.
Ketika ditanya mengenai pencopotan alat pendeteksi logam (metal detector) yang semula sempat dipasang oleh otoritas Israel, Menteri Retno berkata bahwa hal ini masih perlu dikaji lebih jauh.
“Dari semua tekanan politik yang kita berikan, saya mendapat laporan dari lapangan lengkap dengan fotonya mengenai pencopotan detector itu. Namun, yang saya minta ke duta besar kita di Amman [Yordania] adalah mencari informasi kembali mengenai apakah ada barrier dalam bentuk lain yang kemudian dipakai untuk menggantikan metal detector?” ujarnya.
Ia mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman.