Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Oktober 2019•Update: 30 Oktober 2019
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Anggota parlemen Inggris pada Selasa memberikan lampu hijau bagi pelaksanaan pemilihan umum awal, setelah pemungutan suara diwarnai perdebatan selama beberapa jam.
Pemilu akan diadakan pada 12 Desember setelah RUU yang diajukan oleh pemerintah menerima 438 suara mendukung dan 20 lainnya menentang.
Pemungutan suara bertujuan untuk memecahkan kebuntuan soal Brexit di Dewan Perwakilan.
Amandemen oposisi untuk mengadakan pemilu pada 9 Desember tidak disetujui dalam pemungutan suara sebelumnya.
Keputusan untuk menggelar pemilu muncul pada hari yang sama ketika Uni Eropa secara resmi mengadopsi ekstensi fleksibel (flextension) hingga 31 Januari 2020.
Ekstensi fleksibel berarti Inggris dapat meninggalkan Uni Eropa jika kesepakatan Brexit yang direvisi diratifikasi lebih awal oleh Dewan Perwakilan.
Perdana Menteri Boris Johnson, yang bersikeras bahwa AS akan meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober, harus meminta perpanjangan setelah gagal dalam pemungutan suara yang akan mempercepat jalur legislasi dari kesepakatannya pekan lalu.
RUU Perjanjian Penarikan Uni Eropa melewati tahap pertama proses legislatif pekan lalu, tetapi proses itu dihentikan oleh Johnson ketika dia gagal menerima persetujuan soal jadwal untuk mensahkannya menjadi sebuah undang-undang sebelum batas waktu 31 Oktober.