Rhany Chairunissa Rufinaldo
30 Oktober 2019•Update: 30 Oktober 2019
Burak Bir
ANKARA
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Selasa mengatakan bahwa Turki percaya pada mitranya Rusia atas penarikan YPG dari wilayah tersebut, tetapi tidak bisa mempercayai teroris.
"Rusia memberi tahu kami tentang unsur-unsur PKK/YPG yang tersisa. Kami harus percaya pada mitra Rusia, tetapi kami tidak dapat mempercayai teroris," kata Cavusoglu, pada konferensi pers dengan menteri luar negeri Rusia dan Iran di Jenewa.
Menyinggung soal pertemuan Komite Konstitusi Suriah yang akan dimulai besok, dia mengatakan bahwa pembicaraan itu merupakan langkah besar untuk maju.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Pada 22 Oktober, Presiden Erdogan dan Putin mengadakan pertemuan di Kota Sochi, Rusia.
Ankara dan Moskow mencapai kesepakatan di mana teroris PKK/YPG akan mundur 30 kilometer (19 mil) dari perbatasan Turki dengan Suriah utara dalam waktu 150 jam dan pasukan keamanan dari Turki dan Rusia akan melakukan patroli bersama di sana.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.