Chandni
15 Mei 2018•Update: 16 Mei 2018
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Pemerintah Inggris pada Senin mengatakan pembunuhan lebih dari 50 orang Palestina di Gaza dan Tepi Barat "mengejutkan" dan merusak upaya perdamaian.
"Jumlah korban tewas dan luka Palestina dalam jumlah besar sangat tragis, dan semakin mengkhawatirkan bahwa jumlah korban tewas terus meningkat," kata Menteri urusan Timur Tengah Alistair Burt.
Setidaknya 58 warga Palestina tewas oleh tembakan tentara Israel pada Senin dan ribuan lainnya terluka dalam unjuk rasa anti-penjajahan di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Jumlah korban tewas saat ini mencapai 58 orang, dengan lebih dari 2.770 terluka, kata juru bicara kementerian Ashraf al-Qidra dalam sebuah pernyataan. Setidaknya satu anak tewas dalam demonstrasi.
Burt mengatakan kekerasan seperti itu merusak upaya perdamaian.
“Kami bersikap jelas mengatakan Inggris mendukung hak warga Palestina untuk melakukan protes, tetapi protes ini harus damai.
"Sangat disayangkan elemen-elemen ekstremis mungkin berupaya mengeksploitasi protes ini untuk agenda kekerasan mereka sendiri."
Burt mengatakan Inggris tidak akan goyah dari dukungannya untuk hak Israel mempertahankan perbatasannya.
“Tapi banyaknya tembakan yang dilepaskan sangat mengkhawatirkan. Kami terus memohon Israel agar lebih menahan diri,” kata dia.
Burt menegaskan kembali "Inggris tetap berkomitmen mencari solusi dua negara dengan Yerusalem sebagai ibu kota bersama".
Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza sejak Senin dini hari untuk mengambil bagian dalam protes yang ditujukan untuk memperingati ulang tahun Nakba dan memprotes relokasi Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Sejak demonstrasi perbatasan dimulai pada 30 Maret, lebih dari 90 demonstran Palestina telah tewas oleh tembakan Israel lintas-perbatasan, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Unjuk rasa akan mencapai puncaknya pada hari Selasa, 15 Mei, peringatan 70 tahun pendirian Israel - sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai "Nakba" atau "Malapetaka".