Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
07 Januari 2020•Update: 08 Januari 2020
Ahmet Gurhan Kartal
LONDON
Inggris mengurangi jumlah staf di kedutaan besarnya di Teheran dan Baghdad karena meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut setelah pembunuhan Jenderal Iran Qassem Soleimani Jumat lalu.
Media lokal Sky News melaporkan bahwa penarikan diplomat itu merupakan tindakan pencegahan.
Menurut laporan itu, Duta Besar Rob Macaire di Teheran dan Stephen Hickey di Baghdad akan tetap berada di sana.
"Keselamatan dan keamanan staf kami sangat penting, dan kami menjaga postur keamanan kami di bawah tinjauan rutin," kata juru bicara Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran (FCO) seperti dikutip oleh media lokal.
Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa FCO telah memasuki mode krisis.
Pada Senin, Perdana Menteri Boris Johnson bertemu dengan para menteri kabinet senior, termasuk Menteri Luar Negeri Dominic Raab dan Menteri Pertahanan Ben Wallace untuk mengevaluasi krisis tersebut.
Raab mengatakan pesan utama pemerintah Inggris adalah pentingnya mengurangi ketegangan dan menemukan cara diplomatik melalui krisis ini.
"Kami mengerti bahwa situs budaya dilindungi di bawah hukum internasional dan kami berharap itu dihormati," kata Raab, menjelaskan posisi Inggris soal ancaman Presiden AS Donald Trump untuk meluncurkan kampanye pemboman di situs budaya Iran jika negara itu melakukan pembalasan atas pembunuhan Soleimani.
Menurut juru bicara Downing Street, kantor Perdana Menteri Inggris, Johnson juga melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi, di mana kedua pemimpin sepakat untuk bekerja sama dalam menemukan jalan diplomatik ke depan.
"Perdana menteri [Boris Johnson] menggarisbawahi komitmen Inggris terhadap stabilitas dan kedaulatan Irak dan menekankan pentingnya perjuangan berkelanjutan melawan ancaman bersama dari Daesh," tambahnya.
Johnson dijadwalkan untuk memimpin rapat Dewan Keamanan Nasional Selasa pagi.
Soleimani, komandan Pasukan Quds Pengawal Revolusi Islam, bersama Abu Mahdi al-Muhandis, komandan senior pasukan Hashd al-Shaabi Irak, dan delapan orang lainnya terbunuh ketika sebuah drone AS menyerang konvoinya di dekat bandara Baghdad Jumat pagi.
Pembunuhan Soleimani meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran secara dramatis, meskipun selama ini hubungan kedua negara sering memanas sejak 2018, ketika Presiden Donald Trump memutuskan untuk menarik Washington secara sepihak dari pakta nuklir 2015.
Iran berjanji akan membalas dendam atas pembunuhan Soleimani dan mengumumkan pada Minggu bahwa mereka akan berhenti mematuhi perjanjian nuklir 2015.
Trump kemudian mengancam akan menargetkan situs budaya di Iran.