Astudestra Ajengrastrı
01 Agustus 2018•Update: 02 Agustus 2018
Ibrahim Saleh
BAGHDAD
Koalisi Sairoon milik ulama Irak Muqtada al-Sadr bersama sejumlah partai politik mencapai kesepakatan untuk membentuk blok mayoritas di parlemen yang akan bertugas membentuk pemerintahan baru, ujar Juru Bicara Sairoon pada Selasa.
"Aliansi telah sepakat membentuk blok mayoritas di parlemen dan membuat langkah-langkah penting dalam membentuk draf pemerintahan," ujar Juru Bicara Sairoon Qahtan al-Jubouri melalui sebuah pernyataan.
Saat ini, dialog masih berjakan antara sejumlah partai dan blok politik -- yang tidak dijelaskannya secara detail -- dengan tujuan mempercepat pembentukan pemerintahan baru di negara ini. Menurut al-Jubouri, perkembangan baru ini terjadi setelah ulama terkemuka Syiah, Ali al-Sistani, menyerukan "perubahan formasi" dalam pemerintahan segera setelah hasil penghitungan suara pemilu 12 Mei lalu diumumkan.
Sementara itu, pejabat pemilu belum menyelesaikan menghitung kembali surat suara dari beberapa provinsi, termasuk Diyala dan Baghdad.
Masih belum jelas apakah penghitungan ulang ini akan berbeda jauh dari hasil penghitungan yang sebelumnya.
Selama dua bulan terakhir, hasil pemilihan umum parlemen Irak telah menjadi perdebatan panas, karena diwarnai dengan tuduhan adanya kecurangan.
Setelah penghitungan manual selesai dan Pengadilan Federal Irak menyetujui, anggota parlemen baru akan bersidang untuk menetukan ketua parlemen.
Dalam 30 hari setelah sidang perdana, majelis akan memilih -- dengan suara mayoritas dua per tiga parlemen -- presiden untuk negara ini.
Presiden kemudian akan menugasi blok terbesar di parlemen untuk membentuk pemerintahan koalisi, yang harus disetujui oleh seluruh anggota parlemen.
Pada awal bulan ini, petugas pemilihan umum memulai penghitungan ulang surat suara secara manual.
Menurut penghitungan itu, koalisi Sairoon milik al-Sadr memenangi pemilu dengan meraih 54 kursi, diikuti oleh koalisi yang dipimpin oleh Hashd al-Shaabi (47 kursi) dan koalisi Victory milik Perdana Menteri Haider al-Abadi (42 kursi).