Muhammad Abdullah Azzam
28 Mei 2019•Update: 29 Mei 2019
Muhammet Kurşun
TEHERAN
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan negaranya tidak melakukan pertemuan apapun dengan Amerika Serikat dan pihaknya belum menemukan suasana yang cocok untuk bernegosiasi.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Musawi mengevaluasi ketegangan antara negaranya dan AS pada konferensi pers di gedung Kemenlu.
Musawi mengungkapkan Iran telah memasuki priode baru dalam diplomasi setelah AS menarik diri dari perjanjian nuklir. Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif telah melakukan kunjungan ke Turkmenistan, Suriah, Jepang, Pakistan, Cina, India dan Irak untuk menjelaskan sikap Iran.
"Kami tidak memiliki komunikasi apapun dengan AS. Kami bergerak sesuai dengan perjanjian internasional, Amerika Serikat dapat kembali (mematuhi perjanjian)," tutur dia.
Musawi menuturkan masalah ini terjadi karena penarikan AS dari perjanjian. Mereka tidak melihat perspektif negosiasi dalam kondisi seperti ini. “Mari kita tunggu perkembangannya,” ujar dia.
Usulan 12 syarat yang diberikan oleh Menlu AS Mike Pompe tak dapat diterima oleh negara yang merdeka, ujar Musawi.
"Kami belum meninggalkan meja perundingan. Perjanjian nuklir masih dalam proses. Iran siap untuk setiap kondisi,” lanjut dia.
Musawi mengungkapkan penyebab ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat adalah karena AS keluar dari kesepakatan nuklir dan tidak menepati janjinya.