Muhammad Abdullah Azzam
15 November 2019•Update: 15 November 2019
Muhammet Kurşun
TEHERAN
Iran mengecam Komite Ketiga Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengadopsi resolusi anti-Iran tentang pelanggaran hak asasi manusia, ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi.
Dalam pernyataannya di website Kemlu Iran, Mousavi menyatakan rancangan resolusi yang disiapkan oleh Kanada dan telah disahkan oleh Komite Ketiga PBB itu "mencerminkan kemunafikan" para penyusunnya dan mereka juga telah kehilangan "legitimasi dan reputasi".
Mousavi mengkritik para perancang resolusi itu bahwa mereka telah melanggar hak asasi manusia secara sistematis selama berabad-abad dan semua orang di dunia memiliki kenangan pahit dengan mereka.
"Negara-negara ini tak pantas berada dalam posisi merekomendasikan hak asasi manusia kepada rakyat dan pemerintah Iran," tutur dia.
"Iran mengutuk penggunaan hak asasi manusia oleh negara-negara Barat sebagai alat politik terhadap negara-negara independen. Iran juga menyesalkan bahwa mekanisme PBB turut berperan dalam penyalahgunaan itu.”
Jubir Kemlu Iran juga mengkritik AS, yang mendukung rancangan resolusi tersebut.
Menurut resolusi yang dirancang oleh Kanada dan diadopsi oleh Komite Ketiga Majelis Umum PBB dengan 84 suara setuju, 30 suara tak setuju, 66 lainnya abstain itu dokumen tentang hak asasi manusia Iran akan tetap terbuka untuk tahun berikutnya.
Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Israel paling mendukung rancangan resolusi tersebut, sementara Pakistan, Suriah, Venezuela, Belarus, Rusia, China, Korea Utara, dan Kuba adalah negara-negara yang kontra terhadap rancangan resolusi itu.