Erric Permana
21 September 2017•Update: 21 September 2017
Erric Permana
JAKARTA
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memastikan pemerintah Indonesia bakal menjaga generasi muda dari perekrutan teroris yang semakin banyak dilakukan lewat internet.
Hal itu disampaikan JK saat debat terbuka tentang Pencegahan Teroris di Internet pada pertemuan PBB di New York, Amerika Serikat, Rabu.
Dalam pembicaraan itu, JK mengatakan, pemerintah Indonesia telah membuat strategi untuk mencegah berkembangnya perekrutan dan juga propaganda kelompok teror via dunia maya.
"Untuk mencegah hal itu, kami memiliki tiga strategi," kata JK dalam naskah pidatonya yang diterima Anadolu Agency.
Selain mencegah dan terus menjaga generasi muda dari sasaran teroris, pemerintah juga akan bekerjasama dengan perusahaan atau operator internet, sekaligus mempromosikan nilai-nilai toleransi dan keberagaman.
"Perusahaan seperti Facebook, Twitter dan Youtube bisa diajak bekerjasama untuk penggunaan internet yang baik," katanya.
Indonesia, kata JK, juga menerapkan pendekatan sosial dan penindakan dalam memerangi terorisme. Pelibatan tokoh masyarakat dan ulama juga menjadi salah satu cara untuk mencegah radikalisme.
"Badan Nasional Penanggulangan Terorisme juga telah mendorong para pemuda untuk berbicara dan aktif menentang terorisme," ujar JK.
Dalam debat terbuka PBB terkait Penanganan Terorisme di Internet itu hadir juga Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Inggris Teresa May dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.