25 Juli 2017•Update: 26 Juli 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Valiollah Mohammadi Nasrabadi, menemui Kepala Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf untuk mengundang parlemen Indonesia menghadiri pelantikan Presiden Iran terpilih.
Menurut Nurhayati, undangan disampaikan secara langsung agar parlemen Indonesia datang pada tanggal 5 Agustus nanti dalam pelantikan Hassan Rouhani yang kembali terpilih sebagai presiden. “Kemungkinan parlemen kita akan memenuhi undangannya. Tapi saya belum bisa memastikan,” ujarnya di DPR, Selasa.
Hassan Rouhani memenangi pemilu Iran pada Mei lalu dengan meraih 23,5 juta suara dari total 41,2 juta suara sah atau 57 persen atas lawannya Ebrahim Raisi yang memperoleh 15,8 juta suara.
Selain itu, pertemuan tersebut juga membahas berbagai hal terkait hubungan bilateral kedua negara. Situasi di Timur Tengah, khususnya eskalasi kondisi di komplek Masjid Al-Aqsa, juga menjadi dibahas dalam pertemuan tersebut.
“Saya juga sampaikan kepada Duta Besar Iran agar turut mendesak PBB mengirimkan pasukan perdamaian ke al-Aqsa guna memulihkan kondisi di sana dan menekan Israel menghentikan tindakannya yang sewenang-wenang.
Nurhayati mengatakan, Duta Besar Iran juga menyampaikan negaranya sudah melakukan banyak hal untuk membuat kondisi di Al-Aqsa kembali stabil dan kondusif sebagai tempat ibadah umat Islam.
Terkait memanasnya kondisi di negara-negara teluk juga dibahas oleh keduanya. Duta Besar Iran untuk Indonesia, menurut Nurhayati, juga mengapresiasi peran Indonesia selama ini dalam menyikapi konflik yang terjadi di berbagai kawasan, khususnya Timur Tengah.
“Duta Besar Iran juga mengatakan negaranya pernah mengalami kondisi yang sama dengan Qatar,” pungkas dia.