ISTANBUL
Pemimpin oposisi Iran, Mehdi Karroubi, menentang hukuman enam tahun tahanan rumah tanpa proses pengadilan. Menurut dia, tindakan pemerintah Iran inkonstitusional.
Pemimpin oposisi berusia 80 tahun itu dijatuhi hukuman tahanan rumah pada tahun 2011 setelah menyerukan aksi demonstrasi di jalanan dan menuntut pengadilan publik.
Berbicara kepada situs Saham News, yang dikenal dekat dengan pemimpin oposisi, istri Karroubi, Fatma – yang juga kritikus vokal pemerintah Iran - mengatakan, “Suami saya percaya upaya merampas kebebasannya adalah illegal, tidak etis, dan inskontitusional.”
Menuntut pengadilan yang fair atas suaminya, Fatma berkata, enam tahun hukuman rumah – dimana selama masa ini Karroubi tidak diberikan kesempatan untuk membela diri di depan publik – “sama saja membiarkannya mati.”
Suaminya, kata Fatma, tidak pernah berharap pengadilan yang adil; Dia hanya ingin punya kesempatan untuk membela diri dari tuduhan yang dia hadapi.
“Nyamankah jika rumah Anda penuh dengan kamera dan petugas keamanan sepanjang waktu?"
Karroubi bertarung dalam pemilu presiden Iran pada tahun 2005 dan 2009.
Usai kalah dalam pemilu melawan rival garis keras Mahmoud Ahmadinejad, Karroubi - yang berasal dari kubu reformis Iran - mengklaim bahwa pemilihan tersebut telah dicurangi.
Pada tahun 2011, pemimpin oposisi tersebut mendesak warga Iran untuk turun ke jalan-jalan sebagai bentuk solidaritas terhadap "Arab Spring" di Mesir dan Tunisia, yang mendorong pihak berwenang Iran menjatuhi hukuman tahanan rumah tanpa pengadilan.
Dilaporkan oleh Murat Karadag; Ditulis oleh Sibel Ugurlu
news_share_descriptionsubscription_contact
