Muhammad Abdullah Azzam
14 September 2018•Update: 15 September 2018
Gulşen Topçu
GAZA
Meningkatnya peristiwa penyergapan pemukim Yahudi ke kompleks al-Aqsa merupakan rencana awal Israel untuk menguasai masjid al-Aqsa sepenuhnya, ungkap pernyataan tertulis Hamas.
Hamas menuturkan bahwa upaya Israel menguasai sepenuhnya al-Aqsa secara temporal dan spasial ini merupakan bagian dari rencana negara penjajah itu untuk memaksakan kekuasaannya di wilayah tersebut.
Dalam pernyataan tersebut Hamas menjelaskan bahwa rencana tersebut sejalan dengan proyek yang Amerika Serikat (AS) coba terapkan di wilayah tersebut melalui rencana "Perjanjian Abad Ini".
Israel menggunakan metode agresif dan provokatif untuk menguasai al-Aqsa, oleh karena itu Israel harus bertanggung jawab atas segala ketegangan yang timbul dari tindakannya itu.
Hamas mengajak warga Palestina untuk melawan segala serangan Israel. Selain itu, Hamas menghimbau negara Arab dan negara-negara Islam lainnya untuk melindungi kiblat pertama umat Islam serta menunjukkan kemarahan atas pelanggaran yang dilakukan Israel.
Sejak 2003, polisi Israel mengizinkan para pemukim Yahudi untuk memasuki wilayah al-Aqsa tanpa persetujuan dari otoritas terkait.