Maria Elisa Hospita
14 September 2018•Update: 15 September 2018
Askin Kiyagan
WINA
Lebih dari 5.000 orang turun ke jalanan ibu kota Austria, Wina, pada Kamis untuk memprotes kebijakan Uni Eropa terhadap pengungsi dan migrasi.
Para demonstran berkumpul di Praterstern, alun-alun besar di distrik Leopoldstadt, sambil memegang spanduk, yang di antaranya bertuliskan "Bangun jembatan, bukan dinding," "Jangan biarkan Nazi berkuasa", dan "Lindungi kemanusiaan".
Dalam pidatonya selama demonstrasi, seorang anggota Dokter Lintas Batas, Markus Bachmann, mengungkapkan bahwa selama Juni-Juli, jumlah migran yang meninggal mencapai angka tertinggi dalam 10 tahun terakhir karena sejumlah negara mencegah badan-badan bantuan membantu mereka.
Hal itu mengacu pada kelompok migran yang terdampar di Laut Mediterania.
Menurut dia, para migran yang diselamatkan - terutama di Mediterania - tidak boleh dikirim ke Libya, di mana perang dan kekerasan berlangsung tanpa henti.
Polisi setempat telah mengambil tindakan pengamanan yang ekstensif selama demonstrasi.
Dari alun-alun, para demonstran kemudian bergerak menuju Austria Center Vienna, di mana para menteri Uni Eropa menghadiri konferensi dua hari "Keamanan dan Migrasi - Memajukan Kemitraan dan Ketahanan", dan mengakhiri aksi protes mereka di sana.