Nani Afrida
02 Januari 2019•Update: 02 Januari 2019
Abdel Raouf Arnaout
YERUSALEM
Israel telah mundur dari badan PBB yang mengurusi kebudayaan dan ilmu pengetahuan, UNESCO.
Pada Oktober 2017, Israel mengatakan akan keluar dari badan PBB itu karena menganggap UNESCO "bias" terhadap Palestina.
Israel akan mundur efektif Selasa ini.
"UNESCO adalah badan yang terus menulis ulang sejarah, antara lain, dengan upaya untuk menghapus koneksi Yahudi ke Yerusalem," kata duta besar Israel untuk PBB, Danny Danon, seperti dikutip oleh surat kabar The Jerusalem Post.
"Israel tidak akan menjadi anggota organisasi yang didedikasikan untuk menentangnya dan dimanipulasi oleh musuh-musuh Israel," katanya.
Israel bergabung dengan UNESCO pada tahun 1949.
Israel sangat geram di UNESCO setelah badan PBB itu mengadopsi beberapa resolusi yang menegaskan hak-hak Palestina di kota-kota Yerusalem dan Hebron.
Pada Oktober 2017, UNESCO memutuskan untuk menempatkan kota Hebron dan Masjidil Haram al-Ibrahimi, yang dihormati oleh umat Muslim dan Yahudi, dalam Daftar Warisan Dunia.
Resolusi lain diadopsi oleh UNESCO pada Juni 2018 yang menganggap Kota Tua Yerusalem dan temboknya sebagai salah satu situs warisan dunia yang terancam punah.
Yerusalem tetap menjadi jantung dari konflik Timur Tengah yang telah berlangsung beberapa dasawarsa, dimana warga Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - suatu hari nanti dapat berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina.