Ekip
28 April 2021•Update: 04 Mei 2021
Salam Abu Sharar
RAMALLAH
Pejabat senior Israel mengatakan pada Selasa bahwa Israel tidak berusaha untuk menggagalkan pemilu Palestina dan mengharapkan negara-negara Eropa tidak menanggapi tuduhan yang dilontarkan oleh pejabat Palestina.
Pernyataan itu dibuat oleh Alon Bar, kepala departemen politik Kementerian Luar Negeri Israel, dalam pertemuan dengan 13 duta besar Eropa, seperti dilansir oleh situs berita Israel Walla.
Duta besar dari Uni Eropa, Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan negara-negara lain menekankan pentingnya mengadakan pemilihan umum demokratis di Wilayah Palestina untuk memperkuat partisipasi politik dan akuntabilitas serta pengawasan dan keseimbangan demokratis.
Para diplomat Eropa mendesak Israel untuk mengizinkan delegasi pengamat memasuki wilayah pendudukan Tepi Barat dan Gaza untuk memantau pemilu Palestina.
Bar mengatakan Israel memandang pemilu sebagai masalah internal Palestina dan tidak akan campur tangan dengan cara apa pun.
Dia mengklaim bahwa Tel Aviv bahkan belum membuat keputusan apa pun tentang masalah pemilihan di Yerusalem Timur.
"Israel bertindak dengan hati-hati dan tanggung jawab untuk mencegah memburuknya situasi di lapangan dan mengharapkan negara-negara Eropa untuk berperilaku dengan cara yang sama," kata Bar.
Setelah jeda 15 tahun, Palestina akan memilih legislatif baru pada 22 Mei dan presiden pada 31 Juli.