Chandni
08 Mei 2018•Update: 08 Mei 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Putri dan penasehat Presiden AS Donald Trump, Ivanka dan suaminya serta penasehat senior Trump, Jared Kushner, akan menghadiri pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem.
Presiden AS Donald Trump pada Senin mengumumkan delegasi yang akan menghadiri pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem pekan depan.
Wakil Menteri Luar Negeri John Sullivan akan memimpin delegasi yang termasuk Ivanka Trump, Jared Kushner, Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan Duta Besar AS untuk Israel David M. Friedman. Jason Greenblatt, kepala perwakilan presiden untuk negosiasi perdamaian Timur Tengah, juga akan hadir.
Trump selama ini menghindari pernyataan mengenai kehadirannya dalam peresmian itu, dan pernyataan yang dirilis pada Senin tidak mencantumkan namanya sebagai salah satu undangan yang akan hadir.
Gedung konsulat AS di Yerusalem yang sudah ada akan dialihfungsikan sebagai kedutaan, sementara sebuah gedung kedutaan baru bakal dibangun. Proses itu kemungkinan akan memakan waktu beberapa tahun.
Pada Senin, Saeb Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mendesak agar diplomat-diplomat asing dan organisasi masyarakat sipil memboikot upacara peresmian pekan depan.
"Kehadiran Anda dalam acara itu seperti memberi lampu hijau terhadap keputusan tidak sah dan ilegal ini [untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem] dan ... penjajahan [Israel]," kata Erekat melalui sebuah pernyataan.
AS berencana secara resmi memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem pada tanggal 14 Mei, bertepatan dengan peringatan 70 tahun dibentuknya Israel pada tahun 1948 -- sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai "Nakba" atau "Hari Bencana".
Desember tahun lalu, Presiden AS Donald Trump memicu kecaman seluruh dunia ketika dia secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan berjanji akan memindahkan kedutaan AS ke kota itu.
Yerusalem tetap menjadi pusat konflik Palestina-Israel, karena Palestina masih berharap Yerusalem Timur -- yang diduduki oleh Israel sejak 1967 -- bisa menjadi ibu kota negara Palestina yang merdeka kelak.