Chandni
03 April 2018•Update: 03 April 2018
Zahid Rafiq
SRINAGAR, Jammu and Kashmir
Negara bagian Jammu dan Kashmir di India lumpuh total pada Senin dengan ribuan prajurit India bersiaga terhadap bentrokan lanjutan sehari setelah tewasnya 13 militan, empat warga sipil, dan tiga prajurit India.
Wilayah itu tampak sepi dan jarang ditemukan kendaraan di jalan setelah pihak berwenang menerapkan peraturan ketat bagi warga menyusul seruan mogok oleh pemberontak Kashmir pro-kemerdekaan.
Sejumlah jalanan dipenuhi kawat berduri, dan beberapa pos pemeriksaan dan barikade juga didirikan guna menghalau aksi demonstrasi terhadap pembunuhan yang terjadi pada Minggu.
Untuk mencegah semakin banyak protes anti-India, pemerintahan setempat menutup semua pusat pendidikan pada Senin, namun unjuk rasa tetap berlangsung di University of Kashmir.
Pemerintah juga menutup akses internet serta layanan kereta di kawasan itu.
Beberapa tokoh pro-kemerdekaan Kashmir, termasuk Yasin Malik, Syed Ali Geelani, Mirwaiz Umar Farooq dan pemimpin gerakan Tehreek-e Hurriyat Mohammad Ashraf Sehrai dijadikan tahanan rumah.
Minggu pekan lalu menjadi salah satu hari terkelam dalam sejarah moderen wilayah tersebut. Setelah insiden yang menewaskan 13 militan Kashmir dan tiga prajurit India dalam baku tembak, lebih banyak korban lagi berjatuhkan ketika ribuan warga sipil berdemo untuk mendukung para militan. Militer India dituduh menembaki para demonstran yang tidak bersenjata itu.
Lebih dari 70 warga sipil masih dirawat karena mengalami luka-luka yang cukup serius pada Minggu.
Menurut rumah sakit Sher I Kashmir Institute of Medical Science, sebanyak 10 orang dilarikan ke sana setelah terluka karena ditembak; dan satu korban sudah tewas.
Dr. Saleem Tak dari rumah sakit SMHS di Srinagar mengatakan 33 korban luka yang dihadapinya mengalami tembakan di mata.
Kashmir, wilayah Himalaya dengan mayoritas peduduk Muslim, terbagi menjadi area yang diduduki India dan Pakistan, serta sebagian kecil diduduki Cina.
India dan Pakistan telah berperang 3 kali – pada 1948, 1965 dan 1971 – sejak berpisah pada 1947, dua pertempuran itu terkait Kashmir. Kelompok pemberontak di Jammu dan Kashmir terus berjuang untuk kemerdekaan dari kuasa India, atau untuk bergabung dengan Pakistan.
Lebih dari 70.000 orang telah tewas dalam konflik itu sejak 1989. India menempatkan lebih dari setengah juta tentara di area yang disengketakan itu.