Muhammad Abdullah Azzam
06 Januari 2018•Update: 07 Januari 2018
Ekip
ANKARA
Warga Ghouta Timur yang berada dalam blokade rezim Bashar al-Assad di Suriah tidak dapat melaksanakan shalat Jumat bersama karena serangan dahsyat yang terus-menerus.
Perhimpunan Yayasan Islam dan masjid yang dibuat oleh kelompok oposisi di Ghouta Timur mengumumkan, shalat Jumat tidak dapat diadakan karena pemboman yang terus-menerus menghantui wilayah tersebut.
Sebelum masuk waktu shalat, para muadzin melalui menara masjid kembali memberikan himbauan bahwa shalat Jumat tidak dilaksanakan secara berjamaah.
Rezim Assad telah memblokade wilayah Ghouta Timur selama kurang lebih lima tahun, sejak 14 November lalu rezim meningkatkan serangan serangan terhadap Guta Timur, yang menampung sekitar 400.000 penduduk disana.
Pekan lalu, pasukan Asad meluncurkan operasi darat setelah kelompok oposisi mengepung sebuah pangkalan militer milik rezim di wilayah tersebut.
Sebelumnya, warga di wilayah Ghouta Timur yang berjarak 10 km dari ibu kota Damaskus tidak dapat menjalankan ibadah shalat Jumat berkali-kali karena serangan rezim yang didukung Rusia lewat udara yang sangat sengit.
Pasukan Assad telah mengebom Ghouta Timur sejak 14 November.
Ghouta Timur diblokade rezim sejak Desember 2012.
Atas jaminan Turki, Rusia, dan Iran, Ghouta Timur berada dalam zona de-eskalasi yang melarang tindakan agresi.
Suriah terjerembab dalam perang sipil sejak awal 2011, ketika rezim Assad menindak keras demonstrasi pro-demokrasi.
Sejak saat itu, ratusan ribu orang tewas dan lebih dari 10 juta lainnya mengungsi, menurut data yang dikeluarkan PBB.