Riyaz Ul Khaliq
24 Mei 2021•Update: 27 Mei 2021
Riyaz ul Khaliq
ANKARA
Jepang pada Senin meluncurkan kampanye vaksinasi massal di dua provinsi menjelang Olimpiade dan Paralimpiade.
Menurut Kyodo News, dua pusat vaksinasi Covid-19 yang dikelola negara dibuka di ibu kota Tokyo dan Provinsi Osaka untuk mempercepat program vaksinasi yang telah tertinggal jauh dari negara-negara maju lainnya, hanya dua bulan sebelum Olimpiade dimulai.
"Pemerintah akan terus melakukan upaya habis-habisan agar sebanyak mungkin orang dapat divaksinasi secepat mungkin," kata Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato dalam konferensi pers.
Jepang akan menjadi tuan rumah Olimpiade yang tertunda mulai pertengahan Juli.
Ajang olahraga terbesar dunia itu dijadwalkan untuk musim panas 2020, tetapi ditunda karena pandemi virus korona.
Dokter dan perawat dari Pasukan Bela Diri akan menggunakan vaksin Moderna Inc. dan akan bekerja selama tiga bulan dari pagi hingga larut malam tanpa libur.
Jepang memulai program vaksinasi pada akhir Februari dengan vaksin Pfizer Inc.
Sementara itu, penggunaan vaksin BioNTech Jerman juga telah disetujui.
Pihak berwenang telah menetapkan target 10.000 orang menerima vaksin dalam sehari di Tokyo dan 5.000 di Osaka.
Jika target terpenuhi, Jepang akan menyelesaikan vaksinasi untuk warga berusia 65 tahun atau lebih pada akhir Juli.
Otoritas provinsi juga membuka pusat vaksinasi independen di Provinsi Aichi, Gunma dan Miyagi.
Sementara Jepang mempersiapkan program vaksinasi, Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach mengatakan Tokyo Games akan berjalan sesuai jadwal baru.
Suara-suara yang menentang penyelenggaraan pertandingan musim panas bermunculan karena kekhawatiran terkait virus.
“Kita harus membuat beberapa pengorbanan untuk membuat ini mungkin. Para atlet pasti bisa mewujudkan impian Olimpiade mereka," kata Bach.
Jepang telah membuat rencana ketat memastikan tes harian dan program kebersihan untuk para peserta Olimpiade yang ditutup untuk penonton internasional.
Menurut kantor perdana menteri Jepang, negara berpenduduk 127 juta orang itu telah melaporkan 714.274 kasus Covid-19 termasuk 12.236 kematian sejak wabah muncul di negara itu.