Maria Elisa Hospita
28 Agustus 2018•Update: 28 Agustus 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Uni Eropa ingin melihat perkembangan ekonomi yang stabil di Turki.
Di hadapan perwakilan bisnis Jerman dan duta besar di Kementerian Luar Negeri, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengkritik sanksi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan tekanan ekonominya ke Turki.
"Tentu saja kami orang-orang Eropa memiliki minat yang besar dalam pembangunan ekonomi yang stabil di Turki," tegas dia.
Maas mengatakan dirinya akan mengunjungi Turki pekan depan untuk bertemu dengan pejabat pemerintah Turki dan membahas perkembangan ekonomi baru-baru ini.
Menlu Jerman itu dijadwalkan untuk melakukan kunjungan dua hari ke Turki, pada 5-6 September, menjelang kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Berlin pada 28-29 September.
Selama dua tahun terakhir, hubungan politik antara Ankara dan Berlin telah mengalami kemunduran, namun kedua pihak berusaha untuk terus meningkatkan hubungan dalam beberapa bulan terakhir.
Jerman adalah mitra ekonomi dan perdagangan utama Turki. Lebih dari 7.500 perusahaan Jerman aktif di Turki.
Pada 2017, volume perdagangan bilateral mencapai USD43,6 miliar.