Muhammad Abdullah Azzam
18 November 2019•Update: 19 November 2019
Nour Mahd Ali Abu Aisha, Gülşen Topçu
GAZA
Gerakan perlawanan Palestina Jihad Islam telah memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak "main-main" dengan kesepakatan gencatan senjata yang dicapai atas mediasi Mesir Kamis lalu.
Khalid al-Batsh, salah satu pemimpin Jihad Islam, mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa pihaknya menunggu tanggapan dari Mesir terhadap pernyataan Netanyahu pada pertemuan mingguan yang mengatakan dirinya tak pernah membuat perjanjian gencatan senjata.
"Kami memperingatkan Netanyahu untuk tidak main-main dengan gencatan senjata yang dicapai atas mediasi Mesir.”
“Kami tahu bahwa dia membuat pernyataan tersebut untuk mencari jalan keluar dari isu politik dalam negeri," ungkap al-Batsh.
Setidaknya 34 warga Palestina tewas dan 110 orang lainnya, termasuk 30 anak-anak dan 13 wanita, terluka akibat serangan tentara Israel di Jalur Gaza selama dua hari sejak Selasa kemarin.
Ketegangan di Gaza meningkat setelah serangan udara Israel yang menewaskan Bahaa Abu al-Atta, komandan kelompok perlawanan Palestina Jihad Islam pada Selasa pagi.
Istri komandan kelompok Palestina itu Asmaa Abu al-Atta juga terbunuh dalam serangan Israel.
Pesawat-pesawat tempur Israel juga meluncurkan serangan udara yang menargetkan anggota Jihad Islam Akram al-Ajouri di ibu kota Suriah Damaskus.
Dua orang, termasuk putra al-Ajouri tewas dan sepuluh lainnya terluka, tetapi pemimpin Jihad Islam itu tak mengalami luka-luka.
Perdana Menteri Israel Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan menyerang kelompok tersebut, karena mereka mengklaim bahwa kelompok itu didukung oleh Iran, negara yang dianggap Israel sebagai musuh utama.