Maria Elisa Hospita
18 November 2019•Update: 19 November 2019
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membela rival politiknya dari Partai Demokrat, Joe Biden, yang dikecam oleh Korea Utara karena kritikannya terhadap pemimpin negara itu, Kim Jong-un.
Pada Jumat, Kantor Berita Korea Utara (KCNA) yang dikelola pemerintah menyebut Biden "anjing gila" yang layak "dipukuli sampai mati dengan tongkat".
"Joe Biden mungkin gampang mengantuk dan lamban, tetapi dia bukan anjing gila," cuit Trump lewat Twitter-nya.
“Dia sebenarnya agak lebih baik dari itu, tapi hanya sayalah yang bisa membawamu ke tempat yang seharusnya. Anda harus bertindak cepat, menyelesaikan kesepakatan. Sampai jumpa lagi!" tambah dia.
Cekcok Biden dan Korut bermula sejak kampanye Biden diduga menghina Kim karena menjadi bagian dari kebijakan Trump terhadap Pyongyang, termasuk pertemuan Trump-Kim.
"Tampaknya Kim Jong-un, sang diktator dan pembunuh itu, tidak menyukai saya. Ketika saya menjadi pemimpin, musuh-musuh kita akan tahu bahwa Amerika tidak bersahabat dengan para diktator. Semua yang dilakukan Trump selama ini adalah menyemangati Kim dan itu justru membahayakan sekutu kita," kata mantan wakil presiden AS itu dalam sebuah pernyataan.
*Ditulis oleh Gozde Bayar