Hacer Baser
13 April 2018•Update: 14 April 2018
Hacer Baser
GAZA
Seorang warga Palestina yang terluka setelah tentara Israel menembaki demonstran yang mengikuti aksi damai di perbatasan Gaza pada Kamis dilaporkan telah meninggal dunia.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan di Gaza Ashraf al-Qudra dalam sebuah pernyataan tertulis mengungkapkan, Abdullah Muhammed as-Syahri (28) yang terluka akibat terkena tembakan tentara Israel di perbatasan timur Gaza meninggal dunia di rumah sakit pada Kamis
Dengan begitu, jumlah warga Palestina yang tewas akibat serangan tentara Israel dalam demonstrasi damai yang berlangsung sejak 30 Maret di Gaza telah mencapai 33 orang.
Lebih dari 3.000 warga Palestina lainnya juga mengalami luka-akibat intervensi tentara Israel terhadap aksi demonstrasi damai di perbatasan tersebut.
Great Return March
Warga Palestina mengadakan demonstrasi damai di perbatasan Jalur Gaza yang terblokade dan Israel untuk memperingati Hari Tanah ke-42 sejak 30 Maret.
Namun, tentara Israel menembaki penduduk sipil yang menuntut "untuk kembali ke tanah leluhur mereka dan pencabutan blokade ilegal terhadap Gaza yang telah diterapkan sejak 2006".
Warga Palestina berencana untuk melanjutkan aksi damai bernama “Great Return March” ini hingga pertengahan Mei.
The Land Day
Pada 30 Maret 1976, Israel merebut ribuan hektar tanah milik sejumlah warga Israel asal Palestina yang tinggal di wilayah Galilee di bagian utara negara itu.
Rakyat Palestina kemudian melakukan demonstrasi dan pemogokan umum untuk memprotes perebutan itu.
Polisi Israel menembaki warga Palestina yang mengikut aksi demonstrasi, enam orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.
Insiden yang dikenang sebagai "The Land Day (Hari Tanah)" ini dianggap sebagai simbol perlawanan Palestina soal tanah, yang merupakan sumber konflik antara Israel dan Palestina.