16 Oktober 2017•Update: 17 Oktober 2017
Mohammed Dhaysane
MOGADISHU, Somalia
Jumlah korban tewas menyusul ledakan bom truk di ibu kota Somalia, Mogadishu, Sabtu lalu naik menjadi 276 orang dengan lebih dari 300 korban luka, menurut Menteri Informasi Abdirahman Omar Osman pada Minggu petang.
"Saat ini jumlah korban tewas adalah 276 jiwa dan sekitar 300 terluka setelah serangan biadab kemarin oleh kelompok teroris Al-Shabaab di perempatan KM5 di Mogadishu Somalia," cuit Osman di laman Twitternya.
Anggota parlemen Mahad Salad dalam kunjungannya ke rumah sakit Medina Hospital dan Recep Tayyip Erdogan Hospital mengatakan kondisi 130 jasad di sana bahkan tidak bisa dikenali.
"Ini adalah sebuah bencana nasional," kata Salad.
Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Mohamed Formaajo mengadakan tiga hari berkabung nasional, dihitung mulai Sabtu lalu.
Pada Minggu, juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin mengatakan korban ledakan yang mengalami luka-luka akan dibawa ke Turki untuk menerima perawatan medis.
Ankara kemudian mengirim pesawat ambulans dengan alat-alat medis untuk membawa para korban ke Turki.
Dalam sebuah pesan pada Presiden Farmaajo, Presiden Turki Recep Tayyip Ergodan mengatakan: "Saya mengecam keras serangan ini yang menargetkan keamanan dan stabilitas Somalia."
Dia juga mengatakan Turki tetap berkomitmen mendukung pemerintah dan warga Somalia melawan terorisme.
Bulan lalu, Turki membuka pangkalan militer untuk melatih prajurit Somalia. Pangkalan itu adalah markas tentara Turki yang terbesar di luar Turki.
Ledakan truk itu terjadi di salah satu area padat di Mogadishu dan merusak gedung-gedung, restoran dan hotel.
Presiden Farmaajo menghimbau rakyatnya agar mendonor darah untuk membantu para korban yang membutuhkannya.