Pizaro Gozali İdrus
03 Juli 2018•Update: 04 Juli 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Indonesia tetap memegang teguh komitmen dalam membangun perdamaian dunia, kata Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla di hadapan pemuka agama Islam saat membuka Pertemuan Ulama dan Dai Internasional di Jakarta, Selasa.
Menurut Kalla, dunia Islam kini sedang bergejolak dan dibutuhkan peran negara Muslim untuk menciptakan perdamaian.
“Indonesia kemarin menggelar pertemuan ulama Afghanistan dan Pakistan,” tukas Kalla.
Kalla pun tak menampik banyak kemajuan yang kini meliputi dunia Islam. Pada bulan Ramadan, dia memberi contoh, pengajian ramai dan banyak perempuan Muslim yang berbusana Islami.
Namun demikian, lanjut dia, banyak negara Muslim di Timur Tengah yang masih bergejolak.
Bahkan dan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Myanmar, Thailand, dan Filipina, umat Islam terlibat konflik.
“Kita perlu pelajari kenapa terjadi konflik di negara-negara Islam, [yang] tidak lepas dari campur tangan negara-negara besar,” ujar Kalla.
Untuk itu, lanjut dia, umat Islam perlu membangun negara Muslim yang berkonflik meski tidak mudah.
“Kita butuh waktu 40 tahun untuk mengembalikan Suriah,” terang Jusuf Kalla.
Pertemuan Ulama dan Dai Internasional kali ini mengusung tema 'Persatuan Umat Islam' dan dihadiri 500 peserta dari dalam dan luar negeri.
Mereka yang berasal dari luar negeri datang dari sejumlah negara di antaranya Afrika, Asia, dan Eropa.