Rhany Chairunissa Rufinaldo
10 Agustus 2018•Update: 11 Agustus 2018
Barry Ellsworth
TRENTON, Kanada
Kanada tidak akan melakukan pembalasan sanksi ekonomi dalam perang diplomatik dengan Arab Saudi yang terus meningkat, kata Menteri Keuangan Kanada Bill Morneau pada Kamis.
Riyadh marah setelah Kanada secara terbuka menegur kerajaan yang menolak melepaskan aktivis hak asasi manusia yang dipenjara. Hal ini, kata pemerintah Saudi, merupakan upaya ikut campur dalam urusan domestik dan tidak akan ditoleransi.
Arab Saudi menggerakkan serangkaian langkah untuk menunjukkan ketidaksenangan kepada sekutunya, Kanada, melalui langkah-langkah diplomatik dan ekonomi.
Dalam beberapa hari terakhir, Arab Saudi menarik duta besarnya dari Ibu Kota Kanada, Ottawa, mengusir duta besar Kanada dari Saudi, membekukan semua transaksi perdagangan baru dan menghentikan impor gandum dan barley.
Saudi juga memerintahkan 16.000 siswa Saudi untuk meninggalkan sekolah-sekolah Kanada serta dokter dan pasien untuk meninggalkan rumah sakit Kanada dan mulai menjual aset Kanada. Menurut spekulasi, Saudi juga melepaskan sejumlah investasinya di Kanada.
Kerajaan Saudi ingin para pejabat Kanada terbang ke Arab Saudi dan membuat permintaan maaf terbuka karena telah ikut campur dalam urusan kerajaan, sesuatu yang Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau katakan tidak akan terjadi.
Dia menolak mundur dari kecaman terhadap Saudi atas catatan buruk mereka tentang hak asasi manusia.
Morneau mengatakan departemennya telah mengamati perkembangan dan mengukur dampaknya pada ekonomi Kanada, tetapi belum ada rencana pembalasan.
"Kami sedang memperhatikan situasi ini, tentu saja, karena kami ingin memahami dampaknya," katanya kepada wartawan di Ottawa. "Kami tidak mempertimbangkan tanggapan apa pun."
Morneau mengatakan ekonomi Kanada kuat.
"Kami belum melihat perubahan signifikan di pasar, jadi apa pun yang mungkin atau tidak mungkin terjadi jelas tidak berdampak besar pada pasar kami," kata dia. “Ini adalah situasi yang harus kita amati, namun tidak ada tantangan ekonomi yang besar.”