Maria Elisa Hospita
07 September 2018•Update: 07 September 2018
Ayhan Simsek
BERLIN
Jerman memiliki "kepentingan strategis" dalam pembangunan ekonomi yang sehat di Turki.
Saat diwawancarai stasiun televisi Jerman RTL, Kanselir Angela Merkel mengatakan bahwa Jerman dan Turki harus meningkatkan dialog dan kerja sama, meskipun ada perbedaan pandangan politik.
"Jika kita bertindak sesuka hati dan membuat Turki lemah, itu tidak akan menguntungkan kita," tegas Merkel.
Dalam kesempatan yang sama, Merkel juga menepis kritik dari partai-partai oposisi Jerman atas kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Berlin pada 28-29 September.
"Kita tidak bisa selalu memandang dunia dengan hitam dan putih. Itu bukan realitas. Perundingan intensif Berlin - Ankara penting untuk mengatasi hal ini," kata dia lagi.
Merkel menekankan bahwa hubungan Jerman-Turki "spesial" karena ada lebih dari tiga juta warga asal Turki yang tinggal di Jerman.
Situasi Idlib yang mengkhawatirkan
Mengenai serangan militer besar-besaran oleh rezim Bashar al-Assad di Idlib, Merkel menegaskan bahwa "semua upaya harus dilakukan untuk mencegah bencana kemanusiaan".
Kanselir Jerman mengungkapkan bahwa dia telah membahas situasi Idlib dengan Presiden Turki Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin lewat telepon.
"Keselamatan penduduk sipil harus diutamakan," tegas Merkel.
Idlib, yang terletak dekat perbatasan Turki, adalah rumah bagi lebih dari tiga juta warga Suriah. Sebagian besar warga telah melarikan diri ke kota-kota lain karena serangan pasukan rezim.
Baru-baru ini, rezim Assad mengumumkan rencananya untuk melancarkan serangan militer besar-besaran ke Idlib, yang dikuasai oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata.
Pada Selasa, Kepala Koordinator Urusan Kemanusiaan PBB Mark Lowcock memperingatkan bahwa serangan semacam itu dapat menyebabkan "bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21".