İqbal Musyaffa
07 September 2018•Update: 07 September 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Maskapai penerbangan menyiasati pelemahan rupiah dengan berbagai cara, salah satunya dengan menambah rute penerbangan seperti yang dilakukan oleh CItilink Indonesia.
Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo seusai konferensi pers di Jakarta, Jumat, mengatakan dengan menambah rute penerbangan, maka utilitas maskapai akan meningkat.
“Membuka rute penerbangan internasional jadi bagian dari strategi kita untuk memitigasi risiko dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS,” jelas dia.
Mulai Oktober mendatang, Citilink akan membuka tiga rute penerbangan internasional ke Xiamen, Kunming, dan Nanjang di China menuju Jakarta dan Denpasar.
Juliandra menambahkan, saat ini juga sedang dijajaki pembukaan rute internasional dari dan menuju Manado.
Dia menargetkan sebanyak 180 turis China akan datang setiap harinya ke Indonesia menggunakan Citilink untuk meningkatkan jumlah turis mancanegara yang berkunjung serta membantu maskapai menghadapi pelemahan rupiah.
Pelemahan rupiah menurut Juliandra, menghantam maskapai pada sektor biaya penyewaan pesawat yang menyumbang 30 hingga 35 persen dari total pengeluaran dan biaya bahan bakar dengan kontribusi 40-43 persen.
Juliandra juga mengapresiasi pemerintah yang sudah menentukan kenaikan tarif batas bawah penerbangan sebesar 5 persen dari 30 persen menjadi 35 persen dari tarif batas atas.
Kebijakan ini menurut dia, membantu maskapai menghadapi harga avtur yang naik akibat pelemahan rupiah.
“Kita mengusulkan kenaikan jadi 40 persen tapi yang disetujui 35 persen. Tapi itu cukup membantu,” imbuh Juliandra.