Michael Hernandez
WASHINGTON
"Saya tidak bisa bernafas" adalah kata-kata terakhir seorang kolumnis Washington Post yang tewas di tangan agen Saudi di konsulat Istanbul di Riyadh, menurut laporan yang dirilis Minggu.
CNN melaporkan kata-kata terakhir Jamal Khashoggi mengutip sumber yang diberi pengarahan tentang metode pembunuhannya.
Sumber itu, kata CNN, telah membaca transkrip terjemahan pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktoberi.
Sumber yang tidak mau disebutkan namanya bersikeras bahwa pembunuhan itu tidak konsisten dengan penjelasan bahwa pembunuhan Khashoggi akibat dari operasi rendisi yang gagal – seperti penjelasan Arab Saudi atas kematian dia.
Sumber itu mengatakan Khashoggi berusaha mengatasi sekelompok orang di konsulat yang berniat membunuhnya.
"Aku tidak bisa bernafas," kata Khashoggi.
"Aku tidak bisa bernafas."
"Aku tidak bisa bernafas."
Khashoggi, seorang warga negara Saudi dan AS, telah pergi ke gedung diplomatik Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen yang akan memungkinkan dia untuk menikahi tunangannya di Turki.
Tetapi sumber itu mengatakan transkrip menunjukkan bahwa Kashoggi menyadari ada yang salah setelah dia memasuki konsulat, dengan mengenali salah satu dari orang-orang yang bertemu dengannya di dalam.
"Kamu akan kembali," kata pria itu.
"Kamu tidak bisa melakukan itu," jawab Khashoggi. "Orang-orang menunggu di luar."
Dia mungkin mengacu pada Hatice Cengiz, tunangannya yang sedang menunggu di dekatnya dengan instruksi untuk memanggil teman jika dia tidak muncul.
Sumber itu mengatakan transkrip itu menyebut gergaji yang digunakan agen Saudi untuk memotong-motong tubuh Khashoggi sementara para pelaku disuruh mendengarkan musik untuk menghindari suara pemotongan manusia.
Setelah Khashoggi mengatakan dia tidak bisa bernapas, transkrip mencatat teriakan tambahan dan menyebutkan "melihat" dan "memotong."
Dr. Salah Muhammad al-Tubaiqi adalah salah satu orang Saudi yang diidentifikasi dalam transkrip oleh otoritas Turki.
Al-Tubaiqi adalah kepala kedokteran forensik di kementerian dalam negeri Saudi.
Dia diduga mengatakan kepada kelompok individu untuk memasukkan earphone "atau mendengarkan musik seperti saya" untuk menghindari tugas mengerikan yang telah mereka atur.
Penyangkalan informasi justru datang dari Presiden AS Donald Trump dan pejabat seniornya yang terus menjauhkan Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman dari kasus pembunuhan Khashoggi meskipun ada seruan kongres yang menuntut pemimpin Saudi ıtu bertanggung jawab.
Trump telah menolak penilaian CIA bahwa bin Salman secara pribadi telah membunuh Khashoggi.
Selain al-Tubaiqi dan Khashoggi, transkrip hanya secara eksplisit menyebutkan Maher Abdulaziz Mutreb, mantan diplomat dan pejabat intelijen saat ini dekat dengan bin Salman.
Mutreb menyebut banyak panggilan kepada seorang individu di Riyadh yang masih belum diketahui.
Namun, dia menjalankan tugas di dalam gedung diplomatik berdasarkan arahan orang di ujung telepon.
Tapi CNN mengatakan bahwa Mutreb berbicara kepada Saud al-Qahtani, pembantu terdekat Bin Salman.
Sebuah sumber yang dekat dengan penyelidikan Arab Saudi terhadap pembunuhan Khashoggi mengatakan Mutreb dan al-Tubaiqi menolak tuduhan tersebut.
Kedua individu tersebut sebelumnya dilaporkan telah menjadi bagian dari "tim sukses" Saudi yang dikirim ke Turki untuk membunuh Khashoggi.
news_share_descriptionsubscription_contact

