Maria Elisa Hospita
08 Februari 2018•Update: 08 Februari 2018
Fatih Hafiz Mehmet
ANKARA
Juru bicara kepresidenan Turki pada Rabu mengatakan, pemberlakuan bebas visa dengan Uni Eropa (UE) dapat meningkatkan hubungan Turki dengan negara-negara UE.
Dalam konferensi pers di Ankara, Ibrahim Kalin menyatakan bahwa kebijakan tersebut akan segera terealisasi.
"Kebijakan bebas visa pada 2018 akan meningkatkan hubungan Turki - UE," kata dia.
Menurut Kalin, Presiden Recep Tayyip Erdogan akan menghadiri konferensi Turki - UE di Varna, Bulgaria, pada 26 Maret mendatang.
Kemarin, Menteri Urusan Uni Eropa Turki Omer Celik mengatakan, Ankara telah menyelesaikan draf dokumen bebas visa, dan akan segera menyerahkannya ke Komisi UE.
Di bawah kesepekatan yang ditandatangani Maret 2016, Ankara diharuskan untuk menerima kembali pencari suaka ilegal di kepulauan Yunani yang masuk dari Turki.
Salah satu janji UE dalam kesepakatan tersebut yaitu, memberlakukan bebas visa bagi warga Turki yang bepergian ke negara-negara zona Schengen.
Tidak ada kontak dengan rezim Assad
Dalam kesempatan yang sama, Kalin juga menegaskan bahwa Turki tidak berhubungan dengan rezim Bashar al-Assad di Suriah.
"Kami sama sekali tidak berhubungan dengan rezim Assad," tegas Kalin.
Pada 20 Januari, Turki dan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) melancarkan Operasi Ranting Zaitun untuk memberantas teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin.
Menurut Staf Militer Turki, operasi tersebut bertujuan untuk mewujudkan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan dan seluruh wilayah Turki, sekaligus melindungi rakyat Suriah dari penindasan dan kekejaman teroris.
Operasi kontraterorisme tersebut digelar di bawah kerangka hak-hak Turki yang berdasar kepada hukum internasional, resolusi Dewan Keamanan PBB, hak melindungi diri di bawah piagam PBB, dengan menjaga integritas teritorial Suriah.
Pihak militer juga menegaskan bahwa sasaran satu-satunya operasi ini adalah teroris, sehingga keselamatan penduduk sipil menjadi prioritas utama.