19 Mei 2018•Update: 20 Mei 2018
Amir al-Saadi
BAGHDAD
Kelompok tokoh syiah Muqtada al-Sadr memenangkan mayoritas kursi parlemen Irak, menurut hasil yang diumumkan oleh komisi pemilihan umum pada Sabtu.
Koalisi Sadir Sairoon memenangi 54 kursi di parlemen. Sementara koalisi Al-Fatih -dipimpin oleh pasukan syiah pendukung pemerintah Hashd al-Shaabi- menduduki posisi kedua dengan perolehan 47 kursi.
Koalisi Perdana Menteri Haidar al-Abadi Nasr menduduki posisi ketiga dengan perolehan 42 kursi dari 328 total kursi parlemen.
Koalisi Al-Sadr tidak memenangi mayoritas suara yang diperlukan untuk dapat membentuk pemerintahan sendiri. Namun kolisi Al-Sadr akan memainkan peran utama dalam pemilihan perdana menteri.
Al-Sadr diketahui memusuhi Amerika Serikat (AS) dan keberadaan pasukan militer AS di Irak.
Hasil pemilihan umum tersebut diumumkan satu minggu setelah masyarakat Irak memberikan suara dalam pemilihan kursi parlemen Irak setelah pemerintah Irak mengumumkan kekalahan kelompok teroris Daesh dalam peperangan selama 3 tahun.
Hasil awal telah diumumkan awal minggu ini. Namun dugaan kecurangan dan penyimpangan menunda penghitungan secara lengkap.