19 Mei 2018•Update: 20 Mei 2018
Alex Jensen
SEOUL
Seorang tentara Korea Utara bersama dengan seorang warga sipil melakukan pelarian menuju Korea Selatan melalui laut pada Sabtu, menandai pelarian pertema sejak pertemuan antar Korea bulan lalu.
Seorang pejabat Korea Selatan, seperti dikutip kantor berita Yonhap, memberikan konfirmasi bahwa pembelot menggunakan kapal kecil menuju sebelah barat semenanjung Korea.
Angkatan Laut Korea Selatan menangkap mereka di sebelah utara Pulau Baengnyeong.
Mereka yang membelot masih diinvestigasi hingga saat ini.
Namun mereka dilaporkan sudah menunjukkan itikad untuk kabur dari Korea Utara.
Sejak Korea Selatan memberlakukan kebijakan untuk menerima para pembelot sejak 1990-an, ribuan orang telah membelot dari Korea Utara.
Kasus terbaru datang saat Pyongyang mengancam akan meninggalkan dialog antar-Korea dikarenakan latihan militer yang sedang berlangsung, ditambah komentar mantan diplomat Korea Utara Thae Yong-ho, yang mengkritik rezim otoriter Korea Utara sejak meninggalkan posnya di London pada tahun 2016.
Thae, sebagaimana yang dideskripsikan oleh Korea Utara sebagai “sampah”, meragukan kesediaan Pyongyang untuk denuklirisasi.
Korea Utara telah berulang kali mengkritisi Korea Selatan yang menerima atau bahkan “menculik” warga negaranya.
Perbatasan antar–Korea sudah dibatasi ketat oleh kedua negara.