Maria Elisa Hospita
04 Januari 2019•Update: 04 Januari 2019
Zuhal Demirci
ANKARA
Perdana menteri Pakistan mengatakan bahwa sudah waktunya untuk meningkatkan volume perdagangan antara Turki dan Pakistan.
"Saya membawa tim saya ke mari demi peningkatan volume perdagangan Pakistan-Turki," kata Imran Khan saat jamuan makan malam yang diselenggarakan oleh Serikat Kamar Dagang dan Pertukaran Komoditas Turki (TOBB) dan Kedutaan Besar Pakistan di Ankara .
Itu adalah kunjungan resmi pertama Khan ke Turki sejak menjabat Agustus lalu.
Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi dan Menteri Perencanaan Makhdoom Khusro Bakhtiar adalah beberapa menteri yang mendampingi Khan.
Khan menambahkan bahwa volume perdagangan bilateral saat ini terpuruk karena beberapa alasan, termasuk jarak antar negara.
"Saya pikir masalah ini akan dapat diselesaikan di tahun-tahun mendatang, karena perkembangan besar sedang terjadi di Pakistan, yaitu inisiatif One Belt One Road," kata dia lagi.
Menurut Khan, proyek itu akan memungkinkan Pakistan untuk menjalin hubungan dengan lebih banyak negara.
Proyek One Belt One Road senilai USD64 miliar bertujuan menghubungkan wilayah barat laut China ke pelabuhan Gwadar di barat daya Pakistan melalui jalan raya, jalur kereta api, dan jaringan pipa untuk mengangkut kargo, minyak, dan gas.
PM Pakistan menekankan potensi besar Pakistan di berbagai bidang, misalnya gas alam, tembaga, dan kobalt, yang sayangnya masih terabaikan.
"Kami sedang memperbaiki sistem tata kelola kami. Pemerintah berupaya mempermudah bisnis dan memudahkan investor,"ujar Khan.
Imran Khan mengatakan negaranya memiliki salah satu populasi termuda di dunia, dengan 120 juta penduduk Pakistan berusia di bawah 35 tahun.
"Ketika Turki memperjuangkan kemerdekaannya, orang-orang di Pakistan mengumpulkan uang untuk mendukung perjuangan Turki," tambah dia.