Rhany Chaırunıssa Rufınaldo
03 Januari 2020•Update: 04 Januari 2020
Haydar Karaalp
BAGHDAD
Sebuah serangan udara di dekat Bandara Internasional Baghdad menewaskan salah seorang komandan Garda Revolusi Iran dan anggota penting kelompok Hashd al-Shaabi yang didukung Iran, lansir media lokal pada Jumat.
Menurut saluran televisi nasional Irak, Qasem Soleimani, komandan Pasukan Quds, dan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil presiden kelompok Hashd al-Shaabi, atau Unit Mobilisasi Populer (PMU), tewas dalam serangan drone.
Pelaku serangan tersebut belum diketahui secara pasti.
Soleimani adalah komandan lama Pasukan Quds, yang telah ditetapkan Amerika Serikat sebagai kelompok teroris sejak 2007.
Kelompok ini diperkirakan memiliki 20.000 anggota.
Pada Juli 2018, Soleimani menantang Presiden AS Donald Trump yang memberi peringatan bahwa Iran akan menerima konsekuensi jika terus mengancam Washington.
Tak lama setelah laporan tentang terbunuhnya kedua pemimpin militer Iran tersebut, Trump mengunggah gambar bendera AS di akun Twitter-nya tanpa memberi komentar.
Serangan itu terjadi di tengah ketegangan Teheran dengan Washington, setelah ribuan warga Irak menyerbu kompleks Kedutaan Besar AS pada Selasa untuk memprotes serangan udara terhadap milisi Kataib Hezbollah di Irak dan Suriah pada Minggu yang menewaskan sedikitnya 25 pasukan.
Serangan udara itu dilancarkan sebagai tanggapan terhadap serangan roket di pangkalan militer AS di Kirkuk pada Jumat.
AS menuduh Kataib Hezbollah, bagian dari kelompok Hashd al-Shaabi yang didukung Iran, sebagai pelaku serangan yang menewaskan seorang kontraktor AS dan melukai empat tentara AS.
*Servet Gunerigok berkontribusi pada berita ini dari Washington