Astudestra Ajengrastrı
28 Agustus 2018•Update: 28 Agustus 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Lebih dari 30 anggota Kongres pada Senin mendesak Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk dengan tegas mengutuk tindakan keras Arab Saudi kepada aktivis-aktivis hak asasi manusia dan meminta mereka "segera dilepaskan".
Melalui sebuah surat, ke-32 anggota dewan tersebut berkata Kementerian Luar Negeri sejauh ini memberikan respons "lunak" atas kekerasan ini, termasuk pada penahanan aktivis HAM Samar Badawi, yang "tidak cukup" sebagai teguran atas aksi Riyadh. Badawi pada 2012 memenangkan penghargaan Woman of Courage Award dari kementerian luar negeri.
"Kami mendesak Anda untuk menjunjung tinggi nilai-nilai fundamental negara kita dan seperti Kanada, menarik semua alat-alat diplomasi Anda untuk memastikan Nona Badawi dan semua pegiat hak asasi yang ditahan dilepaskan," ujar mereka.
Mereka merujuk pada pertikaian yang saat ini terjadi antara Kanada dan Kerajaan setelah Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland meminta Riyadh "melepaskan dengan segera" pada aktivis HAM yang sedang dibui.
Kerajaan Saudi menuduh Freeland turut campur urusan domestiknya, lantas melakukan tindakan hukuman kepada negara tersebut, termasuk melarang semua perdagangan baru dengan Kanada, mengusir duta besar Kanada, menarik pulang duta besar mereka dan memerintahkan 16.000 warga Saudi di sekolah dan universitas untuk keluar dan melanjutkan pendidikan mereka di tempat lain.
Negara-negara lain diam saja -- Arab Saudi sebelumnya memiliki kontrak senilai ratusan juta dolar untuk memordenisasi negara tersebut -- saat Kanada mengulangi janjinya untuk membela aktivis hak asasi manusia yang mengalami penganiayaan di mana saja.
Para anggota Kongres, termasuk Keith Ellison -- Muslim pertama yang menjadi anggota Kongres -- "dengan keras" mendukung seruan Kanada kepada Arab Saudi untuk melepaskan para aktivis tersebut, dan mereka "sangat cemas" atas dipenjaranya Badawi.
"Kami khawatir dengan pembalasan ekonomi dan diplomatik yang dilakukan oleh Arab Saudi kepada Kanada karena menyuarakan kecemasan mereka, dan mendesak Pemerintah AS untuk membela sekutu NATO kita," tulis mereka.