01 April 2018•Update: 02 April 2018
Esref Musa dan Adham Kako
IDLIB, Suriah/ANKARA, Turki
Konvoy ke-11 yang mengangkut warga sipil dan pejuang oposisi dari wilayah Suriah yang terkepung, Ghouta Timur, tiba di provinsi Hama pada Sabtu.
Menurut koresponden Anadolu Agency di area tersebut, para warga yang dievakuasi berasal dari kota Arbin, Zamalka, dan Ain Tarma.
Konvoi pada Sabtu terdiri dari 129 bus yang membawa hampir 6.409 penumpang yakni warga terluka, pasien rumah sakit, dan sejumlah pejuang oposisi.
Setidaknya 43.000 orang telah dievakuasi dari Ghouta Timur sejak proses evakuasi dimulai pada 22 Maret.
Warga yang dievakuasi dibawa ke pengungsian sementara -- dan dibawa ke sekolah dan masjid setempat -- di sebelah barat laut provinsi Idlib dan Aleppo, Suriah.
Sepanjang perjalanan menuju utara negara tersebut, beberapa bus konvoi mengalami kecelakaan dekat ibu kota Damaskus dan menewaskan lima orang, menurut keterangan dari koresponden Anadolu Agency.
Pekan lalu, dua konvoy pertama mengevakuasi warga dari Harasta, Ghouta Timur, disusul dengan evakuasi dari kota Arbin, Zamalka, dan Ain Tarma.
Evakuasi merupakan bagian dari persetujuan yang diatur oleh Rusia yang melibatkan rezim Assad dan kelompok oposisi bersenjata.
Pada 24 Februari, Dewan Keamanan PBB menyepakati secara bulat Resolusi 2401 yang menginstruksikan gencatan senjata di Suriah -- terutama di Ghouta Timur -- supaya bantuan kemanusiaan bisa masuk.
Namun, terlepas dari resolusi itu, rezim dan sekutunya pada awal bulan ini meluncurkan serangan darat yang besar -- didukung oleh pasukan udara Rusia -- yang bertujuan untuk merebut sejumlah area dari distrik tersebut yang dikuasai oleh pihak oposisi.
Sejak 19 Februari, setidaknya 1.433 orang tewas dalam serangan oleh rezim dan sekutunya di Ghouta Timur, menurut sumber pertahanan sipil lokal.
Rumah bagi 400.000 orang warga, Ghouta Timur telah berada di bawah kepungan rezim selama lima tahun terakhir yang mencegah masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan warga.