Maria Elisa Hospita
10 Juli 2018•Update: 11 Juli 2018
Alex Jensen
SEOUL
Korea Utara pada Senin mengumumkan kedatangan kepala kemanusiaan PBB, yang mengklaim bahwa sekarang adalah "waktu yang krusial" untuk kunjungannya, setelah dia mengeluarkan peringatan bahwa 10 juta jiwa -- 40 persen penduduk Korut -- membutuhkan bantuan.
Meskipun kantor berita KCNA yang dikelola pemerintah Pyongyang tidak memberikan rincian spesifik dari kunjungan Wakil Sekretaris Jenderal untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat Mark Lowcock, namun ini adalah kunjungan pertama petinggi PBB ke Korut sejak 2011.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, Lowcock dijadwalkan untuk berada di Korut hingga Kamis.
Agendanya termasuk pertemuan dengan pejabat pemerintah, mitra kemanusiaan, dan penerima bantuan.
Pada Senin, Lowcock sempat menyayangkan bahwa "dunia telah mengabaikan krisis kemanusiaan besar-besaran" di Korut, meskipun perhatian orang-orang sedikit bertambah berkat pertemuan puncak Kim Jong-un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bulan lalu.
"Dunia harus bertindak sekarang untuk membantu meningkatkan kehidupan jutaan orang yang menderita," tulis Lowcock dalam sebuah opini untuk CNN.
Dia juga menyerukan cara-cara untuk mengatasi hambatan penyaluran bantuan bagi Korut karena sanksi global. Lowcock mendesak negara-negara di dunia untuk bermurah hati.
Pada bulan April, lembaga kemanusiaan yang bekerja di Korut mengajukan permohonan dana USD111 juta untuk menyokong 6 juta warga Korut sepanjang tahun ini, namun sejauh ini hanya 10 persen dari target yang telah dipenuhi.