Astudestra Ajengrastrı
04 September 2018•Update: 04 September 2018
Alex Jensen
SEOUL
Korea Selatan dan Utara tengah aktif melakukan "konsultasi" untuk meluncurkan kantor penghubung gabungan di kota perbatasan Korea Utara, Kaesong, kata Kementerian Unifikasi Korea Selatan pada Senin.
Fasilitas ini seharusnya dibuka pada akhir Agustus, setelah tercapainya kesepakatan oleh Seoul dan Pyongyang dalam KTT antar-Korea yang pertama kali terjadi dalam sepuluh tahun di bulan April.
Presiden Korea Selatan Moon Jae-in baru-baru ini menjanjikan "dimulainya sebuah era di mana Selatan dan Utara saling berkomunikasi selama 24 jam sehari, 365 hari setahun".
Meski begitu, kantor kepresidenan Seoul pada akhir bulan lalu juga berkata rencana ini harus ditinjau kembali karena hubungan Amerika Serikat dan Korea Utama malah memburuk.
Pemerintah Korea Selatan khususnya khawatir karena Presiden AS Donlad Trump memutuskan untuk membatalkan kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang seharusnya terjadi pada pekan lalu.
Namun rencana pengadaan kantor penghubung ini sepertinya kembali berjalan sesuai jadwal. Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengirim seorang utusan khusus ke Utara pada Rabu, yang salah satu agendanya adalah mengkonfirmasi tanggal pasti kunjungan presiden ke Pyongyang bulan ini.
"Konsultasi masih berlangsung antara Selatan dan Utara," kata Juru Bicara Kementerian Unifikasi Baik Tae-hyun dalam sebuah konferensi pers.
"Saya ingin Anda mengerti bahwa ini bukan penundaan, namun sesuatu yang belum final," tambah dia, seperti dikutip dari kantor berita lokal Yonhap.
Beberapa laporan menyebut Washington kemungkinan menentang pendirian kantor ini karena merupakan pelanggaran salah satu sanksi terhadap Korea Utara, terutama karena Seoul yang akan melengkapi fasilitas tersebut dengan berbagai peralatan dan listrik.
Meski, Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Kamis menyatakan tidak akan meminta perkecualian karena perlengkapan yang dikirim ke Kaesong akan digunakan juga untuk keperluan Selatan.