Maria Elisa Hospita
01 Juli 2019•Update: 01 Juli 2019
Husameldin Badawi Ahmed Almayl, Gulsen Topcu
KHARTOUM
Setidaknya tujuh orang tewas ketika para demonstran menggelar aksi protes di Khartoum dan negara-negara bagian lainnya di Sudan pada Minggu.
Mereka menuntut dewan militer yang berkuasa untuk menyerahkan kekuasaan kepada otoritas sipil.
Sulaiman Abdul Jabbar, wakil menteri untuk Kementerian Kesehatan, mengkonfirmasi jumlah korban jiwa ke kantor berita SUNA yang dikelola pemerintah.
Menurut Jabbar, sebanyak 181 orang terluka selama demonstrasi, 10 di antaranya adalah tentara.
Dalam sebuah pernyataan, Komite Pusat Dokter Sudan mengatakan bahwa jumlah korban luka mencapai 100 orang, karena pasukan keamanan menggunakan gas air mata dan peluru tajam untuk membubarkan massa.
Sebelumnya, pada Minggu, para demonstran meneriakkan slogan-slogan menentang Dewan Militer Transisi (TMC) dan melambaikan spanduk yang mengutuk kekerasan terhadap pengunjuk rasa.
Mereka juga menyerukan penyelidikan pembubaran aksi protes di dekat markas militer awal bulan Juni yang menewaskan banyak orang.
Aksi protes berlangsung di sejumlah kota, termasuk Gadaref, Kassala, Khashm Algirba dan Halfa di Sudan timur, Kareema dan Atbara di negara bagian Sungai Nil, El-Obied di Kordofan Utara, dan Edamazine di negara bagian Nil Biru.
Sudan dilanda kekacauan sejak April, ketika militer Sudan menggulingkan Presiden Omar al-Bashir yang telah berkuasa selama 30 tahun.
*Ditulis oleh Jeyhun Aliyev