Elena Teslova
28 Januari 2022•Update: 31 Januari 2022
MOSKOW
Di tengah ketegangan yang meningkat, menteri luar negeri Rusia mengatakan pada Jumat bahwa Moskow tidak menginginkan perang dengan Ukraina tetapi tidak akan membiarkan kepentingannya dikoyak.
“Jika situasi ini bergantung pada Federasi Rusia, maka tidak akan ada perang. Kami tidak menginginkan perang, tetapi kami tidak akan membiarkan kepentingan kami diserang secara kasar, kami tidak akan membiarkan kepentingan kami diabaikan,” kata Sergey Lavrov dalam sebuah wawancara dengan radio Rusia.
Dia mengatakan diskusi dengan AS berlanjut dan dalam dua pekan akan ada pertemuan baru Rusia-Amerika.
Berbicara tentang tanggapan AS atas proposal jaminan keamanan Rusia, Lavrov mengatakan Washington mengutip proposal Rusia sebelumnya, termasuk moratorium penyebaran rudal jarak menengah dan pendek di Eropa dan menarik latihan militer dari perbatasan masing-masing dan membangun hotline militer .
Lavrov mengatakan tanggapan AS adalah “sebuah contoh diplomasi,” jika dibandingkan dengan tindakan NATO yang “sombong dan bias ideologis”.
Ditanya tentang sanksi, Lavrov mengatakan tindakan itu akan membuat Rusia memutuskan hubungan diplomatiknya dengan AS.