Rıskı Ramadhan
01 Maret 2018•Update: 02 Maret 2018
Adham Kako
ANKARA
Lebih dari 100 warga sipil tewas di Suriah dalam 72 jam pertama setelah Dewan Keamanan PBB menyetujui gencatan senjata selama 30 hari di negara tersebut, menurut sebuah kelompok hak asasi manusia yang berpusat di Inggris.
Menurut laporan Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR) yang dirilis pada Rabu, sejumlah 107 warga sipil, termasuk 18 wanita dan 34 anak-anak terbunuh di Suriah dalam tiga hari terakhir ini.
Menurut SNHR, 83 di antaranya tewas akibat serangan Presiden Suriah Bashar al-Assad di provinsi Idlib dan distrik Ghouta Timur, dekat Damaskus, ibu kota Suriah.
Serangan rezim telah menargetkan beberapa wilayah sipil, termasuk masjid dan pasar di wilayah tersebut, menurut laporan tersebut.
Laporan tersebut menambahkan, pasukan rezim Assad telah menggunakan senjata yang dilarang secara internasional, termasuk bom barel, untuk melakukan 47 serangan di daerah pedesaan di Damaskus dan Hama.
Kelompok hak asasi manusia tersebut juga menyatakan bahwa 16 orang tewas akibat serangan udara koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat yang bertujuan untuk melawan organisasi teroris Daesh.
Pada Sabtu lalu, Dewan Keamanan PBB mengadopsi sebuah resolusi yang menyerukan gencatan senjata selama 30 hari di Suriah.