Maria Elisa Hospita
01 Maret 2018•Update: 02 Maret 2018
YERUSALEM
Puluhan pemukim Israel berkerumun di pusat kompleks Masjid al-Aqsa, Yerusalem Timur, dalam rangka Hari Purim, hari raya Yahudi, kata seorang pejabat Palestina.
"Lebih dari 150 warga, yang dijaga polisi Israel, memasuki kompleks masjid melalui Gerbang al-Mugharbeh," kata Firas al-Dibs, juru bicara badan amal Yerusalem yang berbasis di Yordania.
"Mereka melakukan tur singkat sebelum meninggalkan kompleks masjid melalui Gerbang al-Silisila," tambah al-Dibs.
Menurut dia, sejumlah pemukim Yahudi sempat ingin melaksanakan "ritual Talmud" di dekat Masjid al-Qibali dan Kubah Batu, namun akhirnya berhasil dicegah oleh penjaga masjid Palestina.
Awal pekan ini, kelompok ekstremis Yahudi meminta para pendukungnya untuk mendatangi al-Aqsa pada Rabu dan Kamis untuk merayakan Hari Raya Purim.
Bagi umat Islam, al-Aqsa merupakan situs keagamaan tersuci ketiga di dunia. Sementara itu, orang-orang Yahudi menyebut kompleks tersebut sebagai "Bukit Bait Suci".
Israel menduduki Yerusalem Timur - tempat Masjid al-Aqsa berada - selama Perang Arab-Israel 1967. Israel kemudian menguasai seluruh wilayah kota, dan mengklaimnya sebagai ibu kota "persatuan dan abadi" pada 1980
Yerusalem masih menjadi sorotan media sejak Desember lalu, ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui kota tersebut sebagai ibu kota Israel, yang kemudian dikecam oleh negara-negara Arab dan Muslim.