24 Juni 2018•Update: 25 Juni 2018
Ali Kemal Akan
ANKARA
Lebih dari 600 jurnalis dari 34 negara akan meliput Pemilihan Presiden dan parlemen Turki, Minggu. Mereka telah menerima akreditasi dari Direktorat Jenderal Pers dan Informasi Turki (BYEGM).
Menurut informasi yang dikumpulkan oleh Anadolu Agency, total 635 wartawan internasional telah tiba di Turki untuk memantau Pemilu.
Anggota pers dengan izin akan diberikan fasilitas untuk mempermudah pekerjaan mereka di lapangan.
BYEGM mendirikan media Centre yang dilengkapi dengan layar lebar di Ankara, Istanbul dan Diyarbakir untuk memudahkan para jurnalis mengikuti hasil pemilihan. Dengan layar ini, hasil pemilu bisa diikuti dengan mudah dengan informasi yang diberikan melalui kerja sama antara BYEGM dan Anadolu Agency.
Kementerian Dalam Negeri dan Dewan Pemilihan Umum (YSK) akan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang mungkin dihadapi selama kegiatan para wartawan.
Delapan partai politik berpartisipasi dalam pemilihan parlemen. Mencakup Partai Keadilan dan Pembangunan (AK), Partai Rakyat Republik (CHP), Partai Rakyat Demokratik (HDP), Partai Pembebasan (Huda-Par), Partai Baik (IYI) yang baru dibentuk, Partai Gerakan Nasionalis (MHP), Partai Felicity (Saadet) dan Partai Patriotik (Vatan).
Enam kandidat mencalonkan diri sebagai presiden: Recep Tayyip Erdogan untuk Aliansi Rakyat (Cumhur Ittifaki), dibentuk oleh Partai AK yang berkuasa di Turki dan MHP, Muharrem Ince oleh CHP, Selahattin Demirtas oleh HDP, Meral Aksener oleh Partai Baik (IYI), Temel Karamollaoglu oleh Partai Felicity (Saadet), dan Dogu Perincek oleh Partai Patriotik (Vatan).
Pemerintah melarang penjualan minuman beralkohol mulai pukul 06.00 (0300GMT) hingga pukul 00.00 (2100GMT), juga melarang konsumsi minuman beralkohol di tempat umum.
Di Istanbul, 38.480 polisi, empat helikopter polisi, delapan perahu, 85 kendaraan meriam air anti huru hara, 90 kendaraan lapis baja dan tiga regu drone akan bertugas untuk mengamankan Hari Pemilihan.