Astudestra Ajengrastrı
07 Juli 2018•Update: 08 Juli 2018
Abdullah Asiran
THE HAGUE
Lembaga pengawas persenjataan kimia internasional berkata pada Jumat bahwa rezim Assad menggunakan gas klorin di Douma, Suriah.
Tim Pencari Fakta (FFM) dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) merilis laporan investigasi mereka di wilayah tersebut, yang diserang oleh rezim Suriah pada April sehingga menewaskan 78 penduduk sipil.
"Di antara residu bahan peledak, ditemukan juga berbagai bahan kimia organik yang diklorinasi di sampel yang diambil dari dua tempat, yang bisa dilacak kembali," ujar organisasi tersebut melalui pernyataan.
OPCW menambahkan tidak ada "gas saraf atau produk turunannya" yang ditemukan.
"Tim FFM akan meneruskan pekerjaan mereka untuk mendapatkan kesimpulan final."
Organisasi ini menyebutkan aktivitas mereka di Douma, yang termasuk "mendatangi tempat kejadian untuk mengumpulkan sampel, mewawancarai saksi-saksi, [dan] pengumpulan data".
Mereka juga mengatakan laporan ini dibagi dengan negara-negara yang menandatangani Konvensi Senjata Kimia dan Dewan Keamanan PBB.