Maria Elisa Hospita
11 April 2018•Update: 11 April 2018
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Amerika Serikat (AS) meyakini akan adanya penggunaan senjata kimia oleh rezim Bashar al-Assad ke penduduk sipil Suriah di Ghouta Timur, dan akan menggunakan "mekanisme sendiri" untuk menyelidiki serangan itu, kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Selasa.
"AS yakin dan tahu bahwa senjata kimia atau semacamnya telah digunakan," kata Heather Nauert kepada pers, ketika ditanya apakah AS akan menunggu hasil penyelidikan Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW).
"Kami memiliki intelijen sendiri, dan mereka mendapat informasi langsung dari Suriah," jelas dia mengacu pada OPCW.
Mengutip pengumuman OPCW bahwa mereka akan segera mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, Nauert mengatakan bahwa Washington memandang kelompok itu sebagai "badan yang tidak memihak" dan mampu mengumpulkan bukti, namun pemerintah AS juga memiliki mekanisme sendiri.
Menurut Badan Pertahanan Sipil Suriah, juga dikenal sebagai Helm Putih, pasukan rezim Assad menyerang distrik Douma, Ghouta Timur, pada Sabtu, menggunakan gas beracun yang menewaskan sedikitnya 78 warga sipil.
Pada Senin, Presiden Donald Trump berjanji untuk menanggapi penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad sebelum bertemu dengan jenderal-jenderalnya untuk membahas masalah ini.
Hingga saat ini belum diketahui kapan dan apa yang AS akan lakukan.
Pinggiran kota Damaskus di Ghouta Timur telah terkepung selama lima tahun terakhir, dan akses bantuan kemanusiaan ke wilayah itu - yang merupakan rumah bagi sekitar 400.000 jiwa - telah benar-benar terputus.
Selama delapan bulan terakhir, pasukan rezim Assad telah meningkatkan pengepungan mereka, sehingga hampir tidak mungkin makanan atau obat-obatan masuk ke distrik itu.