Dandy Koswaraputra
25 Maret 2018•Update: 26 Maret 2018
Mucahit Turetken
ISTANBUL
Sebuah lembaga think tank Turki mengungkapkan pada hari Sabtu struktur organisasi Organisasi Teror Fetullah (FETO) di Inggris.
Dalam laporannya, Yayasan Penelitian Politik, Ekonomi dan Sosial (SETA) berfokus pada kegiatan kelompok teroris di media, pendidikan, ekonomi dan masyarakat sipil di Inggris.
Menurut laporan itu, kegiatan FETO di AS dimulai pada 1993 ketika pemimpin kelompok teroris, Fetullah Gulen, mengunjungi negara itu.
"Organisasi telah menyebarkan kegiatannya ke seluruh negara selama tahun 2000-an," kata laporan itu.
Pada tahun 2004, Asosiasi Muslim Anatolia didirikan di negara itu dan kemudian Masjid Mevlana dan Pusat Kebudayaan Rumi diresmikan untuk menjangkau lebih banyak orang.
Pada 2013, FETO mengumpulkan semua lembaga di bawah platform yang disebut "Voices in Britain".
"Telah ditemukan bahwa FETO memiliki pendapatan yang sangat tinggi di Inggris," tambah laporan itu.
Laporan itu juga mengatakan Perusahaan Koza yang didirikan oleh buronan Akin Ipek memiliki lebih dari USD84,82 juta. Kelompok teroris juga mempertahankan lebih dari USD141.37 juta di seluruh negeri Inggris, tambah dia.
Tahun lalu, jaksa Turki menuntut hukuman penjara hingga 77 tahun untuk Akin Ipek, ketua Koza Ipek Holding, yang diduga membiayai FETO.
FETO dan pemimpinnya di AS, Fetullah Gulen mengatur kudeta yang gagal 15 Juli 2016, yang menyebabkan 250 orang menjadi martir dan hampir 2.200 orang terluka.
Ankara juga menuduh FETO berada di balik kampanye jangka panjang untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi institusi Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan.