Ahmad Asmar
12 September 2023•Update: 18 September 2023
ANKARA
Otoritas Libya pada Senin mendesak negara-negara sahabat dan lembaga bantuan internasional untuk memberikan bantuan ke daerah yang dilanda banjir di wilayah timur negara.
“Kami yakin bahwa solidaritas internasional akan memberikan dampak positif dalam pembangunan kembali wilayah tersebut dan pemulihannya dari bencana alam,” kata sebuah pernyataan dari Dewan Kepresidenan Libya.
Mereka juga mendesak warga Libya untuk mematuhi “instruksi dan peringatan keselamatan” yang dikeluarkan oleh otoritas terkait untuk mengatasi krisis mematikan ini.
Pihak berwenang yang berbasis di timur Libya memperkirakan ratusan orang tewas dan ribuan lainnya hilang setelah banjir melanda wilayah tersebut.
Kantor Berita Libya (LANA) mengutip Ossama Hamad, kepala pemerintahan yang ditunjuk parlemen, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa lebih dari 2.000 orang tewas hanya di kota Derna saja, dan seluruh permukiman tersapu atau lenyap akibat banjir.
Pada Senin pagi, kepala pemerintahan persatuan Libya yang berbasis di Tripoli, Abdul Hamid Dbeibeh, menyatakan semua wilayah yang terkena badai dan banjir sebagai “zona bencana.”
Dbeibeh juga mengumumkan tiga hari berkabung nasional bagi para korban banjir mematikan yang melanda negara Afrika Utara tersebut.
Badai Daniel menyapu beberapa wilayah di Libya timur pada Minggu, terutama kota Benghazi, Bayda, dan Al Marj, serta Soussa dan Derna, menurut reporter Anadolu di lapangan.