Maria Elisa Hospita
21 September 2020•Update: 22 September 2020
Sibel Morrow
ANKARA
Harga minyak merosot pada Senin setelah Libya mengumumkan akan memulai ekspor minyak lagi setelah jeda delapan bulan.
Pengumuman itu telah meningkatkan kekhawatiran pasokan di tengah permintaan yang rendah karena pandemi Covid-19.
Sementara kasus Covid-19 terus bertambah di seluruh dunia, beberapa negara memberlakukan lockdown parsial atau total untuk memerangi gelombang kedua Covid-19, sehingga memicu penurunan permintaan minyak.
Minyak berjangka internasional, Brent, diperdagangkan pada USD42,78 per barel pada 0625 GMT, turun 0,86 persen setelah ditutup pada USD43,15 per barel pada Jumat.
Sementara minyak berjangka Amerika, West Texas Intermediate (WTI), berada di USD40,94 parel, turun 0,92 persen setelah mengakhiri sesi sebelumnya di USD41,32 per barel.
Akhir pekan lalu, National Oil Corp (NOC) di Libya mencabut force majeure atas pelabuhan dan fasilitas minyak negara itu.
Pada Jumat lalu, komandan perang Khalifa Haftar yang berkuasa di Libya Timur mencabut blokade ekspor minyak yang telah berlangsung selama delapan bulan.