Marıa Elısa Hospıta
17 Januari 2020•Update: 18 Januari 2020
Walid Abdullah
TRIPOLI
Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya yang diakui PBB mengatakan pasukan pendukung Komandan Khalifa Haftar telah melanggar gencatan senjata di negara itu.
"Milisi Haftar menargetkan kompleks ladang minyak al-Brega di selatan Tripoli dan menyebabkan kerusakan yang signifikan," kata Muhammed Kununu, juru bicara militer GNA, pada Kamis.
Pasukan Haftar juga menargetkan pasukan GNA di Gasr Garabulli, 50 kilometer dari timur Tripoli.
Pada 12 Januari, pihak-pihak yang bertikai dalam konflik Libya mengumumkan gencatan senjata sebagai tanggapan atas desakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Namun, negosiasi untuk kesepakatan gencatan senjata permanen berakhir pada Senin, setelah Haftar meninggalkan Moskow untuk berkonsultasi dengan suku-suku Libya, sementara kepala GNA Fayez al-Sarraj menandatangani kesepakatan itu.
Sejak April 2019, Haftar melancarkan serangan untuk merebut Tripoli dari GNA.
PBB mengungkapkan bahwa lebih dari 1.000 orang tewas sejak operasi itu diluncurkan dan lebih dari 5.000 lainnya terluka.
Sejak lengser dan wafatnya Muammar Gaddafi pada 2011, dua kursi kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya; satu di Libya Timur; dan satu lagi di Tripoli.
*Mahmoud Barakat turut melaporkan dari Ankara