11 Juli 2017•Update: 11 Juli 2017
Shenny Fierdha
JAKARTA
Empat mahasiswa Indonesia yang ditahan pemerintah Mesir mengaku diperlakukan dengan baik selama penahanan. Demikian disampaikan kuasa hukum mereka Heru Susetyo pada Senin (10/7).
“Ketika kami mewawancara mereka saat dijemput di bandara kemarin [Minggu, 9/7], kata mereka kepolisian sangat kooperatif. Walau ditahan, tidak ada kekerasan fisik maupun verbal. Mereka hanya diborgol saja saat ditangkap cuma ya selebihnya mereka diperlakukan dengan baik. Tidak ada pukulan, hantaman, bentakan,” jelas Heru saat dihubungi Anadolu Agency via telepon.
“Pihak keamanan dalam negeri di sana [Mesir] tidak punya dasar hukum untuk menahan mereka karena [keempat mahasiswa] ini bukan kriminal. Mungkin pihak sana juga bingung orang-orang ini mau diapain jadi ya dipulangkan saja,” terang dia.
Ia pun mengatakan, keempat mahasiswa Al-Azhar tersebut tidak terus-menerus diinterogasi oleh pihak keamanan saat masih dalam penahanan karena tidak ditemukan saksi maupun bukti yang bisa memberatkan mereka.
“Jadi selama menunggu itu terus berkoordinasi dengan KBRI [Kedutaan Besar Republik Indonesia] terkait pemulangan ke Indonesia. Lamanya itu koordinasi.”
Heru juga mengatakan, selama ditahan keempat mahasiswa ditempatkan di dalam sel “tapi bukan penjara sebab penjara itu kan untuk terpidana. Ini [sel] untuk orang yang masih ditahan dan statusnya masih sebagai tahanan, bukan terpidana. Itu dua hal yang berbeda.”
Pada awal Juni, Adi Kurniawan (mahasiswa S2), Achmad Afandy Abdul Muis (mahasiswa tingkat pertama), dan Rifai Mujahidin Al-Haq (mahasiswa tingkat kedua) ditahan di Kepolisian Resor (Polres) Samanud, Mesir.
Rifai dan Adi ditangkap ketika sedang berbelanja makanan di sebuah pasar di Kota Samanud. Achmad ditangkap ketika mengantarkan paspor milik Adi ke Polres Samanud.
Sementara Mufqi Al-Bana (mahasiswa tingkat satu) ditangkap polisi menjelang akhir Juni dan ditahan di Kepolisian Sektor (Polsek) Aga, Provinsi El Dakahlia, sekitar 15 kilometer dari Kota Mansourah.
Mereka baru tiba di Indonesia pada Minggu (9/7) dan sudah kembali ke rumahnya masing-masing sambil menunggu langkah hukum berikutnya.